Petani dengan Cangkulnya

1 05 2008

Tidak ada alasan untuk tidak menghancurkan negeri ini....Seorang petani dalam keadaan sibuk mencangkul tanah, menginjak-injak dan memecah-mecah bongkahannya. Seseorang datang mendekati dan menegurnya, “Wahai orang bodoh, mengapa tanah yang indah ini kau rusak ?”. Sang petani menghentikan kerjanya sesaat, “Kamu yang bodoh, tidak tahukah kamu akan beda penghancuran dan pertumbuhan ? Bagaimana mungkin tanah ini bisa berubah menjadi kebun yang penuh dengan buah dan dedaunan jika sebelumnya tidak kau hancurkan dan kau remukkan ?, sebelum kau pecahkan bisulmu, bagaimana mungkin penyakitmu dapat sembuh, kalau kau tidak sudi meminum obat yang pahit bagaimana bisa badanmu bisa kembali sehat ? Apakah kau ingin menyebut seorang penjahit yang menggunting dan merobek-robek kain telah merusak kain itu ? Bukankah untuk merenovasi bangunan, kuli bangunan menghancurkannya terlebih dahulu ?.

 

Lihat dan belajarlah dari para tani, kuli bangunan, pandai besi dan tukang daging, bukankah mereka mengajarkan kenyataan bahwa penghancuran adalah awal pembaharuan. Penderitaan adalah awal dari pencerahan ? Jika kau tak merusak kau tidakkan pernah mendapatkan apa-apa, jika kau tak menghancurkan kau yang akan dihancurkan. Bila kau membiarkan biji-biji gandum tidak digiling dan diremukkan, bagaimana kau bisa mendapatkan roti untuk kau makan ?

Negeri ini tidak akan pernah memberimu apa-apa sebelum kau hancurkan ? sebelum kau lawan dan meremuk redamkan segala kekotoran dan tipuan-tipuan di dalamnya, penghancuran adalah keniscayaan di negeri ini,

 

 

 

 

 

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: