Tidak Memahami al-Qur’an [Teladan dari Imam Hasan Askari]

13 04 2008
       
Saturday, 12 April 2008

Oleh: Laogi Mahdi

 

 “Menyambut milad agung Imam Hasan Askari, 8 Rabiuts Tsani 1429 H/15 April 2008, dalam menapak tilasi jejak perjuangan dan teladan kehidupannya, mari kita simak kisah teladan berikut ini. Selama masa Imam Kesebelas, Imam Hasan az-Zaki al-Askari As, pemerintahan Abbasiyah sangat ketat dan jeli mengawasi gerak-geriknya. Mereka tahu bahwa jumlah para imam akan mencapai 12 orang dan yang terakhir dari hirarki Imamah akan muncul dari putra Imam Hasan al-Askari As yang pada akhirnya akan memegang kendali semesta ini.  Pemerintah yang berkuasa ingin mencegah supaya Imam Keduabelas As tidak lahir, oleh karena itu mereka berupaya dengan berbagai cara untuk memenjarakan Imam Hasan al-Askari As hampir selama masa hidupnya. Imam Hasan al-Askari As tinggal di kota Samarra’, yang disebut juga sebagai askar lantaran kehadiran lasykar dan serdadu di kota ini.Oleh karena itu, Imam Kesebelas As dan Imam Kepuluh (Imam Ali al-Hadi As) keduanya dijuluki sebagai al-Askari.” 

 

 

Rupanya sang khalifah telah melupakan bagaimana Fir’aun terlah berupaya dengan berbagai cara untuk mencegah kelahiran Nabi Musa As dengan membunuh bayi-bayi yang tidak berdosa yang lahir di tanah Israel; akan tetapi ia harus mengakhirinya dengan membesarkan sendiri orang yang akan menjadi musuhnya pada masa datang.

Pada masa singkat itu, Imam Hasan al-Askari As memberikan pelajaran tentang Islam, ia meyakinkan dirinya bahwa kaum Muslimin telah belajar sebanyak mungkin yang mereka lakukan dari dirinya. Ia membenarkan dan mengoreksi para ulama apabila mereka membuat kesalahan-kesalahan.

Ketika itu, seorang ulama yang terkenal di Samarra’ yang bernama Ishaq al-Kindi, mencoba untuk menulis sebuah buku yang menunjukkan bahwa al-Qur’an mengandung ayat-ayat yang bertentangan satu dengan yang lainnya.  Dalam bukunya, ia membeberkan beberapa contoh ayat-ayat yang dianggapnya bertentangan.

Imam Hasan al-Askari bertanya kepada salah  seorang murid Ishaq mengapa ia tidak mencegah ustadznya melakukan hal ini. Si murid berkata bahwa ia tidak tahu harus berbuat apa untuk mencegah ustadznya menulis bukut itu.

Imam Hasan al-Askari berkata kepada si murid untuk bertanya kepada Ishaq sang guru. “Apakah pertentangan ayat-ayat yang terdapat dalam al-Qur’an sesuai dengan pemahamanmu atau sesuai dengan niat dan maksud Allah Swt?” Apabila ayat-ayat yang bertentang itu sesuai dengan keinginan Allah Swt bagaimana engkau dapat sampai kepada kesimpulan bahwa ayat-ayat al-Qur’an bertentangan satu dengan yang lainnya? Dan apabila hal ini sesuai dengan pemahamanmu, maka Allah Swt tidak ada urusannya terhadap kurangnya pemahaman pembaca al-Qur’an.”

Tatkala Ishaq al-Kindi mendengarkan argumen ini ia menjadi bungkam diam seribu bahasa. Setelah lama berpikir, ia menuntut kepada muridnya untuk mengatakan siapa yang telah mengajarkan dan mengatakan hal ini kepadanya. Si murid mengaku bahwa argumen yang diajukannya itu berasal dari buah pikirannya sendiri, akan tetapi sang ustadz tidak menerima bahwa itu murni dari muridnya. Akhirnya si murid mengaku bahwa ia telah mendapat perintah dari Imam Hasan al-Askari As.

Ishaq al-Kindi berkata, “Kini engkau telah berkata yang sebenarnya.” Ilmu semacam ini hanya datang dari Ahlulbait Nabi Saw dan bukan dari tempat lain.”

 

Sumber Rujukan:

Jawadi, Nuqash-e-‘Ismat, hal. 598

 

 

Mutiara Hadis Imam Hasan Askari As:

 

Sebaik-baik sahabat Muslim yang engkau dapat miliki adalah seorang sahabat yang melupakan kesalahan-kesalahanmu dan menyebutkan yang baik-baik yang pernah engkau lakukan kepadanya.  

Biharul Anwar, vol 78, hal. 379

 

Sumber : http://www.telagahikmah.org

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: